Buku Geoteknik Tambang Karya Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M. Sc

In Buku 246 views

Buku Geoteknik Tambang adalah buku yang membahas ilmu Geoteknik secara mendasar dan berupaya mengikuti pendekatan proses dari analisis kestabilan lereng, mulai dari definisi ilmu rekayasa geoteknik, prinsip-prinsip kestabilan lereng, metode perancangan lereng, penyeledikan lapangan, uji laboratorium, uji lapangan, metode analisis kestabilan lereng tambang, sampai pemantauan lereng. Dilengkapi juga dengan manajemen resiko dan studi kasus untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai teori-teori geoteknik yang dibahas dibuku ini.

Ilmu Geoteknik sangat penting dalam dunia pertambangan karena aktivitas penggalian pada tambang terbuka mineral dan batubara akan selalu menghadapi permasalahan kestabilan lereng. Lereng-lereng tersebut dapat berupa lereng tambang, lereng timbunan, serta lereng-lereng daerah infrastruktur lainnya. Lereng-lereng yang ada harus dianalisis kestabilannya, baik pada tahap perancangan, penambangan, maupun pasca tambang, untuk mencegah bahaya longsoran di waktu-waktu yang akan datang karena menyangkut keselamatan kerja, keamanan peralatan dan benda-benda lainnya serta keberlangsungan produksi.

Geoteknik Tambang

Buku Geoteknik Tambang

Line : adminpekerjatambang

HANYA HARI INI DISKON 50% manjadi Rp. 125.000,-

(Seratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah)

Tersedia Juga :

Materi pokok yang dibahas dalam buku ini meliputi :

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Rekayasa Geoteknik
1.2 Perkembangan llmu Rekayasa Geoteknik
1.3 Karakteristik Rekayasa Geoteknik
1.4 Prinsip Dasar Analisis Kestabilan Lereng
1.5 Sistematika Penulisan

BAB II METODE RANCANGAN LERENG

2.1 Masalah Kestabilan Lereng
2.2 Klasifikasi Gerakan Massa Tanah dan Batuan

  • 2.2.1 Longsoran (Sliding)
  • 2.2.2 Runtuhan (Falling)
  • 2.2.3 Nendatan (Slump)
  • 2.2.4 Amblesan (Subsidence)
  • 2.2.5 Rayapan (Creep)
  • 2.2.6 Aliran (Flow)

2.3 Pemicu dan Pemacu Gerakan Massa Tanah dan Batuan
2.4 Macam-Macam Longsoran yang Sering Terjadi pada Lereng Tambang

  • 2.4.1 Longsoran Busur (Circular Failure)
  • 2.4.2 Longsoran Bidang (Plane Failure)
  • 2.4.3 Longsoran Baji (Wedge Failure)
  • 2.4.4 Longsoran Guling (Toppling Failure)

2.5 Macam-Macam Metode Analisis Kestabilan Lereng
2.6 Rancangan Lereng Tambang

  • 2.6.1 Rancangan Teknik Secara Umum
  • 2.6.2 Rancangan Lereng Tambang
  • 2.6.3 Rancangan Metode Pengamatan

2.7 Metodologi Analisis Kestabilan Lereng Tambang Terbuka

BAB III PENYELIDIKAN LAPANGAN

3.1 Pemetaan Topografi
3.2 Pemetaan Geologi
3.3 Pengeboran Geoteknik
3.4 Pengukuran Bidang Diskontinu (Metode Scanline)

  • 3.4.1 Jarak antarkekar
  • 3.4.2 Prosedur Normal untuk Garis Pengukuran Kekar

3.5 Pengujian Mekanika Batuan In-situ

  • 3.5.1 Block Shear Test
  • 3.5.2 Rock Loading Test (Jacking Test)
  • 3.5.3 In-situ Triaxial Compression Test

3.6 Pengujian Metode Geofisika

  • 3.6.1 Metode Gravitasi
  • 3.6.2 Metode Magnetik
  • 3.6.3 Metode Seismik
  • 3.6.4 Metode Geolistrik (resistivitas)
  • 3.6.5 Metode Elektromagnetik
  • 3.6.6 Metode GPR (Ground Penetrating Radar)

BAB IV UJI LABORATORIUM

4.1 Preparasi Contoh Batuan
4.2 Penentuan Sifat Fisik Batuan di Laboratorium

  • 4.2.1 Prosedur Uji Sifat Fisik Batuan
  • 4.2.2 Perhitungan Penentuan Sifat Fisik Batuan

4.3 Penentuan Sifat Mekanik Batuan di Laboratorium

  • 4.3.1 Uji Kuat Tekan Uniaksial (Unconfined Compressive Strength Test)
  • 4.3.2 Uji Kuat Tarik Tak Langsung (Indirect Tensile Strength Test)
  • 4.3.3 Point Load Test (Tes Franklin)
  • 4.3.4 Uji Kuat Tekan Triaksial (Triaxial Compression Test)
  • 4.3.4.1 Kriteria Floek dan Brown
  • 4.3.4.2 Penentuan <Jcidan m
  • 4.3.5 Punch Shear Test
  • 4.3.6 Uji Kuat Geser (Direct Shear Strength Test)
  • 4.3.7 Uji Cepat Rambat Gelombang Ultrasonik (Ultrasonic Velocity Test)

4.4 Penggunaan Data Sifat Mekanik Batuan dalam Analisis Kestabilan Lereng

  • 4.4.1 Input Data Sifat Mekanik Batuan pada Program Slide V 6.0
  • 4.4.1.1 Data Sifat Mekanik Batuan menggunakan Kriteria Kekuatan Mohr-Coulomb
  • 4.4.1.2 Data Sifat Mekanik Batuan menggunakan Kriteria Kekuatan Hoek-Brown
  • 4.4.1.3 Data Sifat Mekanik Batuan menggunakan Kriteria Kekuatan Generalized Hoek-Brown
  • 4.4.2 Input Data Sifat Mekanik Batuan pada Program Universal Distinct Element Code (UDEC)
  • 4.4.3 Input Data Sifat Mekanik Batuan pada Program Phase2

BAB V METODE ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG

5.1 Metode Analitik

  • 5.1.1 Lereng Semi Tak Hingga
  • 5.1.2 Longsoran Bidang (Plane Failure)
  • 5.1.2.1 Kondisi Umum Terjadinya Longsoran Bidang
  • 5.1.2.2 Analisis Longsoran Bidang
  • 5.1.2.3 Contoh Soal
  • 5.1.3 Longsoran Baji (Wedge Failure)
  • 5.1.3.1 Kondisi Umum Terjadinya Longsoran Baji
  • 5.1.3.2 Analisis Longsoran Baji
  • 5.1.3.3 Contoh Soal
  • 5.1.4 Longsoran Guling (Toppling Failure)
  • 5.1.4.1 Kondisi Umum Terjadinya Longsoran Guling
  • 5.1.4.2 Analisis Longsoran Guling
  • 5.1.4.3 Contoh Soal
  • 5.1.5 Longsoran Busur (Circular Failure)
  • 5.1.5.1 Kondisi Umum Terjadinya Longsoran Busur
  • 5.1.5.2 Analisis Longsoran Busur
  • 5.1.5.2.1 Analisis Longsoran Busur dengan Metode Bishop
  • 5.1.5.2.2 Analisis Longsoran Busur dengan Metode Janbu

5.2 Metode Grafik (Slope Stability Chart)

  • 5.2.1 Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Grafik
  • 5.2.2 Contoh Soal
  • 5.2.3 Analisis Longsoran Busur Menggunakan Diagram Hoek dan Bray (1981)
  • 5.2.4 Contoh Soal

5.3 Analisis Menggunakan Klasifikasi Massa Batuan

  • 5.3.1 Karakteristik Umum Klasifikasi Massa Batuan
  • 5.3.2 Klasifikasi Rock Mass Rating (RMR)
  • 5.3.3 Klasifikasi Slope Mass Rating (SMR)
  • 5.3.4 Contoh Soal

5.4 Proyeksi Stereografis (Stereonet)

  • 5.4.1 Beberapa Definisi yang Digunakan
  • 5.4.2 Cara Penggambaran Struktur Batuan pada Jaring Schmidt
  • 5.4.2.1 Penggambaran Struktur Bidang
  • 5.4.2.2 Arah dan Penunjaman Perpotongan Dua Bidang
  • 5.4.2.3 Sudut Perpotongan Dua Bidang
  • 5.4.2.4 Penggambaran Sudut Gesek Dalam (cj))
  • 5.4.2.5 Contoh Soal

5.5 Metode Kesetimbangan Batas (Limit Equilibrium Method)

  • 5.5.1 Analisis Longsoran Tipe Translasional
  • 5.5.2 Analisis Longsoran Tipe Rotasional
  • 5.5.2.1 Metode Massa
  • 5-5.2.2 Metode Irisan
  • 5.5.3 Penggunaan Metode Kesetimbangan Batas untuk Analisis Longsoran Guling

5.6 Metode Numerik

  • 5.6.1 Metode Kontinum (Continuum Method)
  • 5.6.1.1 Metode Beda Hingga (Finite-difference Method)
  • 5.6.1.2 Metode Elemen Hingga (Finite-element Method)
  • 5.6.2 Metode Diskontinum (Discontinuum Method)
  • 5.6.3 Metode Campuran (Hybrid Method)

5.7 Teori Blok (Kinematik)
5.8 Metode Probabilitas

  • 5.8.1 Konsep Probabilitas Kelongsoran (PK)
  • 5.8.2 Metode Perhitungan Probabilitas Kelongsoran
  • 5.8.2.1 Metode Monte Carlo
  • 5.8.2.2 Point Estimate Method (PEM)

5.9 Metode Pemodelan Fisik (Laboratorium)

  • 5.9.1 Pemodelan Sentrifugal (Centrifuge Modelling)
  • 5.9.2 Pemodelan Meja Goyang (Shaking Table Modelling)

5.10 Analisis Kestabilan Lereng yang Dipengaruhi Kegiatan Peledakan (Blasting)

  • 5.10.1 Pengaruh Getaran Peledakan terhadap Kekuatan Batman
  • 5.10.2 Pengaruh Getaran Peledakan terhadap Pembebanan Lereng
  • 5.10.2.1 Getaran Tanah akibat Kegiatan Peledakan
  • 5.10.2.2 Efek Getaran Peledakan terhadap Kestabilan Lereng

BAB VI MENJAGA STABILITAS LERENG TAMBANG

6.1 Pemilihan Metode Stabilisasi Lereng
6.2 Metode-Metode Penanggulangan Keruntuhan Lereng

  • 6.2.1 Metode Penanggulangan Longsoran dengan Mengurangi Gaya Pendorong
  • 6.2.1.1 Pengubahan Geometri Lereng
  • 6.2.1.2 Drainase Air Permukaan (Surface Drainage)
  • 6.2.2 Metode Penanggulangan Longsoran dengan Memperbesar Gaya Penahan
  • 6.2.2.1 Penirisan Air Rembesan (Subsurface Drainage)
  • 6.2.2.1.1 Saluran Vertical (Vertical Drainage)
  • 6.2.2.1.2 Sumur Pelega (Relief Well)
  • 6.2.2.1.3 Saluran Horizontal (Horizontal Drainage)
  • 6.2.2.1.4 Terowongan Penirisan (Drainage Gallery atau Drainage Tunnel)
  • 6.2.2.1.5 Elektro Osmosis (Electro Osmosis)
  • 6.2.2.2 Penguatan dan Penyanggaan
  • 6.2.2.2.1 Perkuatan Lereng Tanah
  • 6.2.2.2.1.1 Struktur Pemberat (Counterberm atau Counterweight )
  • 6.2.2.2.1.2 Bronjong (Gabion)
  • 6.2.2.2.1.3 Tembok Penahan (Retaining Wall)
  • 6.2.2.2.1.4 Kolom Batuan (Stone Column)
  • 6.2.2.2.1.5 Tiang Pancang (Stabilizing Pile)
  • 6.2.2.2.1.6 Tanah Bertulang (Soil Nailing)
  • 6.2.2.2.2 Perkuatan Lereng Batuan
  • 6.2.2.2.2.1 Shear Keys
  • S.2.2.2.2.2 Jangkar Batuan (Rock Anchor)
  • 6.2.2.2.2.3 Pemasangan Beton Tembak (Shotcrete)
  • 6.2.2.2.2.4 Tumpuan Beton (Buttresses)
  • 6.2.2.2.2.5 Tembok Penahan Batu (Retaining Wall)

6.3 Proteksi terhadap Jatuhan Batu

  • 6.3.1 Pembuatan Selokan (Ditch)
  • 6.3.2 Pemasangan Jaring Kawat (Wire Mesh)

BAB VII PEMANTAUAN LERENG

7.1 Peranan Pemantauan

  • 7.1.1 Umum
  • 7.1.2 Peranan dan Manfaat Kegiatan Pemantauan

7.2 Pergerakan Lereng

  • 7.2.1 Klasifikasi Gerakan Lereng
  • 7.2.2 Sistem Klasifikasi Gerakan Lereng Baru
  • 7.2.3 Laju Gerakan Lereng

7.3 Instrumen Pemantauan Lereng

  • 7.3.1 Alat Pemantauan Pergeseran
  • 7.3.1.1 Pemantauan Pergeseran di Permukaan (Surface Movement Measurement)
  • 7.3.1.1.1 Alat Pengukur Rekahan (Crack Cages)
  • 7.3.1.1.2 Theodolit dan Total Station
  • 7.3.1.1.3 Kamera Fotogrametri
  • 7.3.1.1.4 Slope Stability Radar (SSR)
  • 7.3.1.1.5 Tiltmeter
  • 7.3.1.1.6 Alat Ukur Penurunan Lereng (Settlement Gauges)
  • 7.3.1.2 Pengukuran Pergeseran di Bawah Permukaan (Movement Measurement in Drillholes)
  • 7.3.1.2.1 Ekstensometer
  • 7.3.1.2.2 Inklinometer
  • 7.3.2 Alat Pemantauan Beban dan Regangan
  • 7.3.2.1 Sel Beban (Load Cell)
  • 7.3.2.2 Strain Gauges
  • 7.3.2.2.1 Alat Ukur Regangan Mekanik (Mechanical Strain Gage)
  • 7.3.2.2.2 Alat Ukur Regangan Elektrik (Electrical Strain Gage)
  • 7.3.3 Pemantauan Air Tanah
  • 7.3.3.1 Sumur Observasi
  • 7-3.3.2 Piezometer
  • 7.3.3.3 Dip Meter

7.4 Kunci Keberhasilan Program Instrumentasi Geoteknik

  • 7.4.1 Mata Rantai pada Tahap Perencanaan
  • 7.4.2 Mata Rantai pada Tahap Eksekusi (Pelaksanaan)

BAB VIII GEOTEKNIK DAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SERTA KESELAMATAN OPERASI

8.1 Pendahuluan

8.2 Dasar Hukum K3 dan Keselamatan Operasi Pertambangan

8.3 Sistem Manajemen K3 Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP Minerba)

  • 8.3.1 Kebijakan
  • 8.3.2 Perencanaan
  • 8.3.3 Organisasi dan Personel
  • 8.3.4 Implementasi
  • 8.3.5 Evaluasi dan Tindak Lanjut
  • 8.3.6 Dokumentasi
  • 8.3.7 Tinjauan Manajemen

8.4 Penerapan K3 dalam Proses Geoteknik

  • 8.4.1 Pengeboran Geoteknik
  • 8.4.2 Desain Geoteknik
  • 8.4.3 Pemantauan Lereng
  • 8.4.4 Respons terhadap Kelongsoran

BAB IX MANAJEMEN RISIKO

9.1 Pendahuluan

9.2 Risiko dan Ketidakpastian

9.3 Tahapan Manajemen Risiko dalam Geoteknik

  • 9.3.1 Analisis Risiko (Risk Analysis)
  • 9.3.1.1 Penentuan Konteks (Scope Definition)
  • 9.3.1.2 Analisis Potensi Bahaya (Hazard Analysis)
  • 9.3.1.2.1 Karakterisasi Potensi Longsoran
  • 9.3.1.2.2 Analisis Frekuensi (Frequency Analysis)
  • 9.3.1.3 Analisis Konsekuensi (Consequence Analysis)
  • 9.3.1.4 Estimasi Risiko (Risk Estimation)
  • 9.3.2 Penilaian Risiko (Risk Assessment)
  • 9.3.3 Manajemen Risiko (Risk Management)

9.4 Studi Kasus Manajemen Risiko PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)

BAB X STUDI KASUS

10.1 Tinjauan Umum Kalimantan

  • 10.1.1 Lokasi dan Topografi Kalimantan
  • 10.1.2 Geologi Regional Kalimantan

10.2 Studi Kasus Longsoran Lereng pada Pit A Milik PT KL, Kalimantan Timur

  • 10.2.1 Analisa Kondisi Lereng
  • 10.2.2 Data Geoteknik
  • 10.2.3 Analisis dan Rekomendasi
  • 10.2.3.1 Analisis Stabilitas Lereng Eksisting
  • 10.2.3.2 Analisis Stabilitas Lereng Desain PT KL
  • 10.2.3.3 Kondisi Stabilitas Lereng Desain Resloping
  • 10.2.3.4 Kondisi Stabilitas Lereng Dewatering dan Resloping

10.3 Studi Kasus Longsoran Lereng pada Pit C Milik PT MN, Kalimantan Timur

  • 10.3.1 Kondisi Awal
  • 10.3.2 Analisis dan Rekomendasi

10.4 Studi Kasus Deformasi Lempung Lunak di Sebuku

  • 10.4.1 Kondisi Awal
  • 10.4.2 Analisis dan Rekomendasi
  • 10.4.2.1 Tahap Penimbunan Material
  • 10.4.2.2 Tahap Penggalian Material
  • 10.4.2.3 Faktor Keamanan

10.5 Aplikasi Metode Pengubahan Geometri Lereng pada Tambang Milik PT MN, Kalimantan Timur

  • 10.5.1 Kondisi Awal
  • 10.5.2 Data Geoteknik
  • 10.5.3 Analisis dan Rekomendasi

10.6 Aplikasi Metode Perkuatan Counterweight pada PT PQ, Kalimantan Timur

  • 10.6.1 Kondisi Awal
  • 10.6.2 Analisis dan Rekomendasi

Daftar Isi Buku Geoteknik Tambang

Daftar Isi Geoteknik Tambang

Buku Geoteknik Tambang - Prof. Dr. Irwandi Arif, MSc

Buku Geoteknik Tambang, Mewujudkan produksi tambang yang berkelanjutan dengan menjaga kestabilan lereng, Karya Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M. Sc.

  • Dimensi : 14.5 x 21 cm
  • Jenis Cover : Softcover
  • Jenis Kertas : Kertas Bookpaper
  • Buku Repro / Non Ori Kwalitas Baik
  • Kondisi : Baru
  • Berat : 450 gram
  • Buku hanya dijual via online
  • Pembelian dalam jumlah di atas 4 mohon chat kami terlebih dahulu, untuk pengecekan stok
  • Pembelian Satuan, stok Buku tersedia

Silahkan diorder ya gan !

Tersedia Juga Buku Lainnya di KATEGORI BUKU GEOLOGI TAMBANG

Line : adminpekerjatambang

HANYA HARI INI DISKON 50% manjadi Rp. 125.000,-

(Seratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah)

Harga belum termasuk ongkos kirim, Pengiriman dari semarang menggunakan J&T Express, cek ongkos kirim disini (J&T EKSPRESS). Barang sebisa mungkin menggunakan packing yang dilapisi plastik agar buku terjaga dari basah dan lembab.

Artikel Terkait:

  • download ebook batubara indonesia irwandy arif

Tags: #Buku #Geoteknik Tambang #Kestabilan Lereng

author
Author: 

Leave a reply "Buku Geoteknik Tambang Karya Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M. Sc"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must read×

Top
error: Content is protected !!